Thursday, Mar 30th 2017
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

YDP Bulan Kepedulian Lingkungan

MASALAH LINGKUNGAN ADALAH ASPEK NEGATIF DARI TINDAKAN TIDAK RAMAH MANUSIA KEPADA LINGKUNGAN

Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.

Pembangunan dan gaya hidup kita saat ini mempunyai andil besar dalam menciptakan berbagai masalah lingkungan. Beberapa masalah Lingkungan hidup di Indonesia saat ini seperti

  • Penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan
  • Polusi air dari limbah industry, pertambangan dan rumah tangga
  • Polusi udara di daerah perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia)
  • Asap dan kabut dari kebakaran hutan
  • Penghancuran terumbu karang
  • Pembuangan sampah tanpa pemisahan dan pengolahan
  • Semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur
  • Hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara
  • dsb

UPAYA MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA

Lingkungan hidup dalam pengertian ekologi tidak mengenal batas wilayah, baik wilayah negara maupun wilayah administratif. Akan tetapi, lingkungan hidup yang berkaitan dengan pengelolaan harus jelas batas wilayah wewenang pengelolaannya. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan hidup Indonesia.

Di Indonesia, dasar hukum pelestarian lingkungan adalah UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dan UU No. 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Tujuannya adalah memperkecil pengaruh negatif terhadap lingkungan, memaksimalkan pengaruh positif kegiatan manusia bagi lingkungan, serta mendeteksi secara dini terjadinya pencemaran lingkungan. Dasar hukum yang lain adalah UU No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan hidup yang merupakan pengganti UU No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pengelolaan lingkungan adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Sasaran pengelolaan lingkungan hidup adalah :

  1. Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.
  2. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup.
  3. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
  4. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.
  5. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
  6. Terlindunginya Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

Dalam berinteraksi dengan lingkungan, kita harus memahami etika lingkungan hidup dan menerapkan konsep pengelolaan lingkungan dalam keseharian kita. Kita menyadari bahwa manusia tidak akan dapat sepenuhnya mencegah terjadinya gangguan keseimbangan lingkungan atau penurunan kualitasnya. Namun setidaknya kita dapat mengurangi kerusakan-kerusakan yang terjadi sehingga lingkungan kita nyaman untuk dihuni dan diwariskan untuk generasi yang akan datang. Dalam menerapkan etika lingkungan, perlu diperhatikan beberapa prinsip, yaitu:

  1. Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan, sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya.
  2. Manusia sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya menjaga kelestarian, keseimbangan, dan keindahan alam.
  3. Diperlukan kebijaksanaan dalam menggunakan sumber daya alam yang terbatas, termasuk bahan energi.
  4. Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup yang lain.
  5. Ditetapkannya undang-undang sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap lingkungan.

BULAN KEPEDULIAN LINGKUNGANKU, PERAN AKTIF DALAM AKSI

Dengan jumlah karyawan Danamon dan Adira tercatat sebanyak 66 ribu lebih per September 2013, sebagai bagian dari masyarakat kami menyadari pentingnya berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Jumlah tersebut sangatlah kecil jika dibandingkan dengan insan bumi saat ini, namun merupakan alat penggerak yang efektif untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup di wilayah kerja masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa Danamon dan Adira secara konsisten melakukan program investasi sosial melalui kegiatan pelestarian lingkungan yang berdampak jangka panjang guna memberikan kualitas hidup dan kualitas lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang yang bertajuk program Bulan Kepedulian Lingkunganku (BKL).

Program Bulan Kepedulian Lingkunganku (BKL) bertujuan untuk memberikan dukungan bagi kegiatan daerah setempat yang mendukung pelestarian lingkungan dan berkontribusi untuk pencegahan dan penanggulangan bencana.

Program ini pada dasarnya melibatkan partisipasi seluruh karyawan perusahaan baik Danamon dan Adira diseluruh Indonesia. Banyak cabang dan unit melaksanakan kegiatan bersama-sama yang memungkinkan skema besar untuk diterapkan dan karena itu tingkat perhatian di daerah baik dari pemerintah daerah tersebut dan media lokal semakin tinggi. Adanya dukungan dari media lokal mempermudah tersebarnya informasi program untuk dapat menjaring lebih banyak partisipasi publik diluar dari Danamon dan Adira.

Perbaikan lingkungan saat ini masih berkonsentrasi pada bentuk kegiatan berupa penghijauan di lahan kritis dan taman kota serta pembuatan lobang biopori, perbaikan sarana air bersih dan sanitasi, pengumpulan dan penyaluran sampah untuk proses daur ulang.

Melalui program BKL, Yayasan Danamon Peduli juga ikut ambil peranan lebih lajut dalam upaya membina kemitraaan dan aliansi. Program ini turut pula didukung oleh mitra-mitra yang memiliki satu pemahaman sehingga membuka kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui program-program lingkungan yang disediakan oleh mitra-mitra yang saling bekerjasama.

Selain pada kegiatan yang langsung berdampak pada perbaikan lingkungan, dilakukan pula upaya edukasi kepada generasi muda melalui kegiatan berbagi pengalaman dan pengetahuan menjaga lingkungan hidup. Tujuannnya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi dengan gaya hidup yang ramah lingkungan dan melestarikannya melalui tindakan sederhana sehari-hari. Kami menyadari bahwa menanamkan kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini merupakan investasi bagi masa depan keberlangsungan lingkungan yang sehat bagi bangsa ini.

BKL 2013: UBAH PERILAKU DAN GAYA HIDUP UNTUK SELAMATKAN LINGKUNGAN

Mengusung tema "Ubah Perilaku dan Gaya Hidup untuk Selamatkan Lingkungan", sejalan dengan tema global maupun nasional Hari Lingkungan Hidup 2013 kegiatan BKL di daerah dipusatkan pada 47 lokasi yang melingkupi 2.245 cabang Danamon dan Adira yang tersebar di seluruh tanah air.

Sementara di pusat, kegiatan BKL 2013 disasarkan kepada pengumpulan sampah non-organik dari 12 gedung perkantoran pusat Danamon dan Adira, sepanjang bulan Juni. Sampah non-organik dan barang bekas yang terkumpul ini disalurkan kepada Mang Uday, yakni seorang pedagang barang bekas yang kurang lebih selama 14 tahun telah berkiprah di usaha ini. Hasil penjualan ini selaniutnya akan diserahkan kepada para Office Boys di gedung-gedung perkantoran pusat tersebut, sebagai modal awal mereka mendirikan Bank Sampah.

Sampah non-organik yang berhasil dikumpulkan tahun ini adalah sebanyak 3 ton, naik lebih dari tiga (3) kali lipat dibanding tahun lalu. Melihat hasil menggembirakan tersebut Yayasan Danamo Peduli optimis bahwa peningkatan volume pengumpulan sampah ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran dan komitmen bersama keluarga besar Danamon dan Adira untuk mengubah kebiasaan di lingkungan kerja melalui langkah-langkah sederhana. Kegiatan tahunan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin dan berlanjut, sehingga dalam jangka panjang menjadi gaya hidup di lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, kami bisa menularkan ‘gaya hidup menyelamatkan lingkungan ini pada orang-orang di sekitar kami bekerja.