Thursday, Mar 30th 2017
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

PERKEMBANGAN YANG MEMPRIHATINKAN

Sudah sejak dahulu pasar tradisional menjadi denyut nadi kehidupan sosio-ekonomi masyarakat. Namun disisi lain, pasar tradisional adalah salah satu penyumbang terbesar terhadap masalah lingkungan. Sedikitnya 7,7 juta ton limbah per tahun dihasilkan oleh pasar tradisional. Ini artinya secara rata-rata, pasar-pasar tradisional memproduksi 20,000 ton sampah padat setiap harinya. Implikasi kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh hal ini dapat menjadi sebuah bencana nasional bila tidak ada langkah-langkah nyata yang segera diambil untuk menangani permasalahan ini.

Tempat Penampungan Sampah

Tempat Penampungan Sampah

Data dari pemerintah dan lembaga terpercaya dalam periode empat tahun terakhir (2006 – 2010) menunjukan pertumbuhan negatif pasar tradisional di Indonesia oleh karena menjamurnya pasar retail dan modern, khususnya di daerah perkotaan. Situasi ini diantara-nya disebabkan oleh permasalahan kondisi kesehatan dan sanitasi serta ketidaknyamanan dari pasar tradisional yang berkepanjangan, sehingga pilihan konsumen beralih ke pasar retail dan modern. Namun fakta juga menunjukan bahwa sekitar 60% masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada pasar tradisional dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Melihat kenyataan ini, kondisi tidak higienis dan tidak memadai dari pasar tradisional dapat menimbulkan permasalahan yang cukup serius dari segi kesehatan masyarakat. Temuan dari beberapa studi tentang pasar tradisional memperlihatkan terjadinya penurunan pendapatan pedagang pasar karena konsumen lebih memilih ber-belanja kebutuhan mereka di pasar ritel atau modern. Bagi 12,5 juta pedagang yang sumber penghidupannya bergantung pada pasar tradisional, kurangnya perhatian khusus terhadap kondisi ini dapat mengancam penghidupan mereka.

PENDEKATAN HOLISTIK

Program PASAR SEJAHTERA merupakan sebuah respons dan upaya kami dalam meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan di pasar tradisional agar dapat memenuhi persyaratan standar nasional. Pada dasarnya, program ini merupakan bagian terpadu dari upaya nasional untuk merevitalisasi pasar tradisional.

Diagram Program Pasar Sejahtera

Manajemen kesehatan lingkungan yang baik dan benar merupakan kunci dasar dalam menghindari penyebaran penyakit, keracunan makanan, dan resiko lainnya yang terpengaruhi langsung oleh faktor lingkungan. Pasar tradisional di Indonesia pada umumnya tidak memenuhi standar dan struktur modern yang sesuai dengan persyaratan keamanan dan kesehatan lingkungan. Perbaikan sarana dan prasarana secara menyeluruh, sanitasi, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah yang memadai, serta beberapa kegiatan rutin harus dilaksanakan guna menghindari ancaman bahaya kesehatan. Penerapan perilaku higienis masyarakat perlu diupayakan sedini mungkin.

Kami mengembangkan PASAR SEJAHTERA sebagai inisiatif terpadu guna mendukung percepatan revitalisasi pasar tradisional yang berfokus kepada aspek manajemen kesehatan lingkungan. Di bawah skema ini, kami mengembangkan unit percontohan di dalam pasar tradisional yang menunjukkan bagaimana seharusnya kondisi pasar yang sehat, bersih dan aman. Pada tahap awal ini, kami telah mengembangkan 5 unit percontohan di Pasar Ibuh di Payakumbuh, Pasar Grogolan di Pekalongan, Pasar Bunder di Sragen, Pasar Baru di Kota Probolinggo dan Pasar Semampir di Kabupaten Probolinggo.Kemitraan dan penyelarasan tugas merupakan kunci dari keberhasilan dan keberlanjutan program ini. Bersama segenap pemangku kepentingan, kami melaksanakan kegiatan pengkajian dan konsultasi untuk mengindentifikasi permasalahan dan kebutuhannya. Rancangan program, perencanaan, dan penganggaran merupakan hasil akhir dari kesepahaman dan komitmen diantara seluruh pemangku kepentingan. Sebagai bentuk dukungan, kami melakukan perbaikan fasilitas dan infrastruktur serta penyediaan peralatan, bantuan teknis dalam bentuk pelatihan, dan pemantauan dan evaluasi. Sementara itu, mitra kami dari PemerintahDaerah mengkoordinasi kerjasama antarsektorterkait,menyelenggarakan program pendidikan bagi masyarakat pasar, dan memastikan pengelolaan dan komitmen terhadap kesinambungan dukungan melalui pemaduan skema program dukungan kami ke dalam sistem yang ada.

Walaupun pemerintah pusat dan daerah telah mengambil langkah penting dalam merevitalisasi pasar tradisional, kerjasama serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menghadapi tantangan yang besar ini sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman mengenai permasalahan ini, kami mengambil langkah-langkah nyata dalam mendukung revitalisasi pasar tradisional dengan memadukan dukungan strategis kami ke dalam program-program dan gerakan nasional yang tengah berjalan. Meskipun upaya dan sumber daya kami belum sebanding dengan tantangan yang dihadapi, namun dengan berbekal pengalaman dan komitmen, kami harapkan upaya kami ini dapat mendorong masyarakat untuk turut lebih jauh mendukung program yang kami rintis serta memacu pengembangannya secara lebih meluas.

PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU

Melalui penerapan strategi 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle), skema ini secara bersamaan mengacu pada tiga titik permasalahan, yakni pengurangan sampah, pencegahan dan perbaikan lahan kritis, serta penyediaan pupuk organik untuk kebutuhan nasional.

Pengelolaan Sampah Terpadu

Pengelolaan Sampah Terpadu

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, kontribusi sampah pasar adalah sebesar 7,7 juta ton atau sekitar 20 % dari total sampah padat di Indonesia setiap tahunnya. Yang menarik dari hal ini adalah bahwa 70 % – 90 % sampah yang berasal dari pasar tradisional merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai bahan baku berkualitas tinggi dalam pembuatan kompos. Pengolah-an sampah padat dalam jumlah yang besar dapat pula menekan jumlah pembuangan sampah pasar tradisional di TPA (Tempat PembuanganAkhir) hingga30% – 50 %. Hal ini juga dapatmengurangi biaya logistik untuk pembuangan sampah, dan secara bersamaan juga mengendalikan risiko kesehatan lingkungan yang berasal dari sampah. Alternatif ini jelas merupakan sebuah potensi besar dan metode efektif yang secara sistematis dapat meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan di pasar-pasar tradisional.

Kompos telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat luas sebagai pupuk organik di perkebunan, pertamanan, dan pertanian. Manfaat kompos bagi lingkungan sangat luar biasa, diantaranya sebagai penyubur tanah, pelengkap vital humus dan pestisida alami. Dalam ekosistem, kompos sangat berguna untuk pengendalian erosi, reklamasi lahan, konstruksi lahan basah, dan sebagai lapisan penutup tanah. Menyadari potensi tersebut, kami memberikan dukungan kepada 31 Pemerintah Daerah untuk mengembangkan unit pengelolaan sampah terpadu di pasar tradisional untuk mengubah sampah organik menjadi kompos berkualitas tinggi. Skema ini adalah sebuah bentuk penerapan dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Selain itu, upaya ini juga merupakan bentuk peningkatan pelayanan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan sampah, sebagaimana diratifikasikan dalam Kyoto Protokol. Bentuk kemitraan kami dengan Pemerintah Daerah ini telah membuahkan hasil yang sangat memuaskan, dimana skema ini telah dikembangluaskan di daerah mereka masing-masing, bahkan menjangkau hingga ke lokasi di luar pasar.

KETERLIBATAN MASYARAKAT

Tingkat keberhasilan dan kesinambungan setiap skema pembangunan sangat bergantung kepada peran serta para pihak yang terlibat. Oleh sebab itu kami secara konsisten memastikan keterlibatan penuh dan peran aktif masyarakat pasar.

Pengikutsertaan Masyarakat

Pengikutsertaan Masyarakat

Untuk merubah sebuah sistem yang sangat kompleks dan saling terkait seperti dalam halnya pasar tradisional, diperlukan adanya perubahan perilaku yang mendasar dari masyarakat pasar itu sendiri. Keterlibatan aktif tersebut tidak dapat diabaikan dikarenakan keberadaan merekalah maka pasar tradisional juga muncul dan berkembang pada awalnya. Kesadaran ini mendorong kami untuk memastikan pelibatan para pedagang pasar di setiap tahapan di program terpadu ini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program. Bersama mitra- pemerintah daerah, kami menyelenggarakan penyuluhan masyarakat dan dialog interaktif yang terfokus kepada peningkatan kepedulian bersama, serta mengkomunikasikan pentingnya perubahan perilaku mereka menuju kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Melalui peran aktif masyarakat inilah kami memperoleh pendalaman pemahaman mengenai masalah dan kebutuhan yang ada, serta keterbatasan dan tantangan yang mereka hadapi. Peran serta ini juga memberikan semangat kepada masyarakat untuk mencari solusi sesuai dengan budaya daerah masing-masing, yang memadukan kearifan lokal dan keahlian ke dalam skema yang diajukan. Hanya melalui proses tersebut rasa memiliki dapat bertumbuh dan menjadi kunci keberlangsungan dan kesinambungan kegiatan dukungan kami.

HARI PASAR BERSIH NASIONAL

Revitalisasi pasar tradisional tidak dapat lagi dilaksanakan secara sporadis dan terpisah-pisah. Pencapaian hanya dapat diraih jika upaya tersebut merupakan kepedulian dan kebutuhan bersama, menjadikannya sebuah gerakan yang melibatkan segenap unsur masyarakat.

Pengelolaan Sampah Lingkungan

Pengelolaan Sampah Lingkungan

Keterlibatan kami di dalam pasar tradisional berawal dari tahun 2005 dimana pada saat itu kami bersama dengan ribuan relawan Danamon memulai sebuah kegiatan nasional dan secara serentak melaksanakan pembersihan ratusan pasar-pasar tradisional yang tersebar di seluruh tanah air. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya perbaikan kondisi kesehatan lingkungan sebagai komponen inti dari program revitalisasi pasar. Sebagai upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan dukungan terhadap revitalisasi pasar tradisonal, di tahun 2008 kegiatan ini dicanangkan sebagai “HARI PASAR BERSIH NASIONAL” oleh Menteri Perdagangan.

Beratnya tantangan dan besarnya kebutuhan demi keberhasilan upaya nasional ini, menyadarkan kami akan pentingnya peran serta semua elemen masyarakat. Sejak saat itu, kami memperluas kemitraan dan aliansi yang melibatkan lembaga-lembaga pemerintah terkait, Kementrian Perdagangan, Kementrian Kesehatan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Pertanian. Dukungan dan peran serta dari pihak terkait lain seperti Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia, media publikasi, dunia usaha, pemimpin masyarakat juga sangat membantu dalam mendukung gerakan ini secara nasional. Kami berharap dengan adanya keselarasan ini, kontribusi sederhana kami ini akan memicu terciptanya upaya serupa dan memberikan dampak positif secara menyeluruh terhadap pertumbuhan pasar tradisional.

PEMBELAJARAN TERUS MENERUS

Pengalaman adalah guru yang paling baik di dunia ini dan sebelumnya tidak pernah bisa diterapkan ke dalam semua program pembangunan. Pengalaman yang menahun di dalam pasar tradisional dan pengelolaan limbah telah memperkaya pengetahuan dan pemahaman kami, serta bersamaan dengan itu juga menjadi tantangan agar dapat terus membangun kapasitas diri kami sendiri demi mengatasi keprihatinan antar lintas disiplin.

Pembelajaran Cara Pengelolaan Sampah

Pembelajaran Cara Pengelolaan Sampah

Guna menangkap pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh selama ini, sejak tahun 2008 kami menyelengarakan Konvensi Nasional sebagai forum untuk berbagi, menyaring dan mengkonsolidasikan pengalaman bersama sebagai modal untuk peningkatan program serta dukungan yang kami berikan.

Konvensi Nasional ini dimaksudkan sebagai wadah partisipasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak-pihak terkait untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta strategi di dalam mengelola tantangan dan kesempatan yang ada di dalam implementasi dan perluasan program. Materi pembahasan mencakup mulai dari kelembagaan, keselarasan dari peraturan yang ada dan strateginya, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran hingga masalah teknis pengukuran kemajuan.

Seluruh permasalahan dianalisa dan dijadikan rekomendasi praktis untuk selanjutnya ditindak-lanjuti oleh pihak-pihak yang terkait.Banyak informasi berharga yang kami dapatkan dari forum ini, yang memperkaya khazanah penge-tahuan yang selanjutnya kami dokumentasikan dengan seksama dan sebarkan secara lebih meluas, Maksud dan tujuan kami adalah, melalui pemahaman yang lebih baik dan pembelajaran dari keberhasilan juga kegagalan masa lalu, kami dapat memperbaiki dukungan kami di masa depan, serta berfungsi sebagai salah satu narasumber penge-tahuan bagi para pemangku kepentingan lainnya guna perencanaan mereka di masa depan.

PENYATUAN UPAYA DAN HASIL TERPADU

Permasalahan sekitar pasar tradisional yang bersifat lintas sektoral dan multi dimensi membutuhkan adanya pendekatan yang ajeg dan terpadu sehingga sumberdaya yang ada dapat dioptimalkan untuk hasil yang efektif.

Perencnaan terpadu merupakan landasan penting dalam pengkajian dan pemahaman kondisi secara ke-seluruhan pasar tradisional baik di masa kini dan masa mendatang dan menjadi dasar pengambilan keputusan. Perencanaan terpadu juga memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian keberhasilan penerapan program PASAR SEJAHTERA yang menuntut keterlibatan, komitmen dan penyelarasan dari segenap pemangku kepentingan. Hal ini juga merupakan bagian penting di dalam identifikasi strategi. kegiatan dan pembangunan kapasitas secara terus-menerus hingga tercapai hasil yang berkesinambungan. Karenanya, kami memfasilitasi forum dialog lintas sektoral dan antar pemangku kepentingan secara berkala. Hal ini dilakukan dengan tujuan memantau dan mengevaluasi secara menyeluruh program agar terjadi keterpaduan antar upaya, menjamin keterkaitan antara rencana dengan pelaksanaan, dan identifikasi potensi kekurangan yang muncul, dan menghindari tumpang tindihnya kebijakan atau program yang dapat mengurangi efektivitas program di dalam pencapaian tujuan strategis. Dalam wadah ini segenap pemangku kepentingan dapat berbagi, belajar, dan menganalisa seluruh pencapaian untuk mendapatkan solusi yang lebih baik, kreatif dan inovatif. Kami percaya upaya perencanaan terpadu ini dapat mempercepat revitalisasi pasar tradisional dan memperbaiki kesehatan lingkungannya secara signifikan.

Sebagai mitra kunci dari sektor swasta dan berbekal investasi pengalaman selama ini, kami mengambil peran katalis melalui perintisan model, memfasilitasi interaksi dan dialog, membangun jaringan, mendukung partisipasi secara menyeluruh dan senantiasa memastikan bahwa rangkaian dukungan tersebut terintegrasi ke dalam sistem dan skema yang sudah ada. Guna menjaga kualitas dukungan kami sejalan dengan standar internasional, kami juga membangun kerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang telah menyediakan skema kerangka kerja yang sangat komprehensif. Tujuan akhir kami adalah meningkatkan efektifitas, memantapkan berbagai upaya yang berjalan serta memastikan kesinambungan dari program dukungan kami.